keterlaluan

Pati - Kiprah Pengasuh Ponpes Thoriqoh Tijaniyah, Slempung, Dukuhseti, Pati, Jawa Tengah, KH Ahmad Khoirun Nasihin (AKN) Marzuqi ternyata sudah malang melintang sejak usia belasan tahun.

Beliau salah satu sosok yang cukup dekat dengan Presiden kedua RI Soeharto meski usianya masih sangat muda. Mbah Liem Klaten adalah tokoh yang mengenalkannya pada Soeharto.

"Mbah Yai itu juga muridnya Mbah Liem Klaten. Beliau saat masih muda dikenalkan Mbah Liem kepada Pak Harto. Tapi Pak Harto kurang begitu memperhatikan Mbah Yai karena usianya masih muda," kata KH Ahmad Thoha Ismail, Pengasuh Ponpes Nurul Furqon, Ngemplak, Pati, Jawa Tengah.

Suatu ketika, putri Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana yang populer dipanggil Mbak Tutut mengalami sakit. Meski sudah diobatkan kemana-mana, Mbak Tutut tak kunjung sembuh.

Dalam mimpinya, Mbak Tutut bisa sembuh jika diobati seseorang yang ditemuinya dalam mimpi. Atas pertunjuk itu, Mbah Liem Klaten dan Nasihin muda datang ke rumah Soeharto.

"Mbak Tutut tahu kalau orang yang dimaksud dalam mimpi adalah Mbah Yai Nasihin. Setelah diobati Mbah Yai, Mbak Tutut langsung sembuh," papar KH Thoha.

Sejak peristiwa itu, Soeharto mengakui Nasihin sebagai sosok yang memiliki kelebihan. Selain itu, beliau juga disebut-sebut sebagai tokoh muda yang mengeratkan kembali hubungan Soeharto dengan para kiai di Jawa Timur.

KH Thoha menilai, Kiai Nasihin sudah menjadi "wisanggeni" sejak usia 14 tahun. Pada usia yang masih sangat muda itu, Kiai Nasihin menjembatani Soeharto dengan para kiai NU di Jawa Timur yang sempat memiliki hubungan kurang baik.

"Dulu ada isu bom. Orang-orang NU menyangka itu dari Pak Harto, padahal sebetulnya tidak. Saat muktamar NU di Situbondo, Kiai Mahrus Ali Lirboyo memeluk Pak Harto hingga hubungan pemerintah Orba dan NU kembali membaik," ucap KH Thoha.

Kiai Nasihin dianggap sebagai pemuda di balik layar yang mengakrabkan kembali hubungan Pak Harto dengan para kiai NU atas isu bom yang pernah terjadi pada masa Orba. Karena itu, KH Thoha sampai sekarang terkagum-kagum dengan sepak terjang Kiai Nasihin sejak masih sangat muda.