Ketum Korpri Prof Zudan Minta Maaf Belum Mampu Menjaga Sistem Karir ASN Dan Hindari Intervensi Politik

FOTO : "Kami dari Korpri sekaligus saya mohon rekan-rekan para ASN untuk mengokohkan diri ASN Bersatu untuk menghadapi hal-hal seperti ini. Kami dari Korpri mohon maaf belum mampu menjaga sistem karir dari rekan-rekan semua menghindari dari intervensi politik yang sampai saat ini kami dari Korpri belum bisa menjaga sistem karir dan sistem merit dari anggota Korpri. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," kata Prof Zudan

Anugrah

Kendari, HR -- Ketua Umum DPN Korpri Zudan Arif Fakrollah mengakui, intervensi politik terhadap Aparat Sipil Negara (ASN) masih sangat tinggi, dan bahkan sering mengganggu sistem karier  ASN.

"Saya memohon maaf karena belum mampu menjaga sistem karier ASN di berbagai daerah akibat ada imbas politik 5 tahunan, yaitu Pilkada," ujar Prof Zudan  saat memberi sambutan pada penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) Korpri V Tingkat Nasional Tahun 2021 yang dipusatkan di Alun-Alun Tugu Persatuan Eks-MTQ Nasional 2006 di Kendari, Jumat (19/11) malam.

Prof Zudan mengungkapkan, dirinya sering mendapat pengaduan dari dari sejumlah anggota Korpri terkait adanya intervensi politik tersebut. Sehingga  dirinya mebjadikan tema HUT Korpri tahun ini yaitu "ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh".

"Kami mohon ampun kepada Allah SWT, banyak kekurangan kami terutama kepada seluruh ASN yang hari ini masih berduka karena selalu ada imbas politik dari pihak ritual 5 tahun, yaitu pilkada," tandasnya

Saat ini, lanjutnya, banyak amggota Korpri, pejabat eselon I di daerah yang diturunkan jabatannya menjadi eselon II, banyak yang di-nonjob-kan sebagai dampak dari Pilkada.

Menurutnya,  hal ini akan menjadi evaluasi.

"Kami dari Korpri sekaligus saya mohon rekan-rekan para ASN untuk mengokohkan diri ASN Bersatu untuk menghadapi hal-hal seperti ini. Kami dari Korpri mohon maaf belum mampu menjaga sistem karir dari rekan-rekan semua menghindari dari intervensi politik yang sampai saat ini kami dari Korpri belum bisa menjaga sistem karir dan sistem merit dari anggota Korpri. Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya," katanya.

Untuk itu, Prof Zudan menerangkan, akan terus berupaya mudah-mudahan kedepan sistem kepegawaian bisa dilakukan evaluasi sehingga tidak ada lagi intervensi politik didalam kehidupan birokrasi.

"Kalau bisa kita wujudkan otonomi birokrasi mudah-mudahan akan menjadikan kita semua para ASN berkontribusi kepada ibu pertiwi dengan lebih tenang. dan  dengan sistem karir yang lebih berkepastian," tegas Dirjen Dukcapil ini.

Sebelumnya, Prof Zudan melaporkan, ada 4 Provinsi yang mengajukan diri sebagai tuan rumah dan atas keputusan bersama dari dewan pengurus korpri nasional kami memutuskan provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumah MTQ Nasional ke 6 tahun 2022.
"Sekaligus kami mengumumkan untuk persiapan untuk seluruh anggota Korpri di Indonesia untuk Pekan Olah Raga Nasional Korpri Tahun 2023, Insya Allah akan diselenggarakan di Provinsi Jawa Tengah. Mohon seluruh rekan-rekan mempersiapkan diri," sebutnya.

Ada satu yang membanggakan, sambungnya, pertama dari Prof. Darwis Hude sebagai Ketua Dewan Pengawas dan Dewan Hakim MTQ Korpri melaporkan terdapat peningkatan kualitas yang luar biasa, baik dari lombat tartil, tilawah, karya tulis, khat, dakwah, khutbah Jumat, doa, hampir semuanya mengalami peningkatan kualitas yang luar biasa.

"Sukses selalu untuk rekan-rekan semua peserta MTQ Korpri. Atas nama Dewan Pengurus Korpri Nasional, mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak  Gubernur beserta seluruh jajaran, juga Ketua DPRD Sultra yang mendukung seluruh kegiatan ini. Ibu Sekda terima kasih atas jerih payahnya, dan rekan-rekan eselon 2 dan 3 se Sulawesi Tenggara dan tidak lupa bapak Wakil Gubernur. Terima kasih atas seluruh dukungannya," ucapnya.


BACA JUGA :

www.harianrakyat.com
Redaksi | Disclaimer | Dewan Pers