Periode Nataru, Stok BBM dan LPG di NTT Dipastikan Aman

FOTO : Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji melakukan kunjungan kerja monitoring distribusi BBM dan LPG jelang libur panjang dan arus mudik Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2023 di Kupang, Rabu (27/12).

Viozzy

Kupang, HARIANRAKYAT -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan ketersediaan BBM dan LPG di wilayah di Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman terkendali. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji melakukan kunjungan kerja monitoring distribusi BBM dan LPG jelang libur panjang dan arus mudik Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2023 di Kupang, Rabu (27/12).

Tutuka mengatakan, kunjungan kerja monitoring ini tak lain untuk memastikan bahwa kebutuhan dan pasokan BBM di NTT berjalan lancar hingga ke pengguna atau masyarakat selama Nataru.

"Kita pastikan pasokan tetap ada selama periode Natal dan Tahun Baru, serta sejauh ini stoknya aman," ujarnya.

Tutuka juga berpesan agar PT Pertamina tetap harus memperhatikan agar distribusi BBM tetap berjalan lancar baik yang melalui laut maupun darat.

"Kondisi geografis di NTT memang tidak terlalu bersahabat, baik melalui darat maupun laut. Ini yang harus diperhatikan dan diantisipasi agar pengiriman dari baik dari fuel terminal ke SPBU bisa berjalan aman, begitu juga yang melalui laut dan sejauh ini masih tetap aman," terangnya.

Secara umum ketahanan stok dan penyaluran BBM di NTT per tanggal 27 Desember 2023 berjalan dengan aman dan lancar. Stok BBM untuk jenis Pertalite sebesar 7.044 KL untuk proyeksi kebutuhan 18.1 hari. Adapun BBM lain seperti Pertamax sebesar 143 KL untuk 6,1 hari, solar sebesar 7377 KL untuk 30 hari dan Pertamina DEX sebesar 448 KL untuk 31.7 hari. Sedangkan stok Avtur sebesar 1.265 KL untuk 16,9 hari, dan minyak tanah sebesar 3.869 KL untuk 30,6 hari.

Adapun untuk transportasi, terjadi kenaikan konsumsi BBM terutama untuk Pertalite naik 2% dari penjualan normal rata-rata 1.010 KL/hari menjadi 1.030 KL/hari, dan Pertamax naik 6% dari 92 KL/hari menjadi 98 KL/hari.

Namun demikian, untuk Solar/Bio Solar dan Dexlite terjadi penurunan yaitu Solar/Bio Solar sebesar 23% dari penjualan normal rata-rata 496 KL/hari menjadi 379 KL/hari, dan Dexlite turun 31% dari 13 KL/hari menjadi 9 KL/hari. Khusus untuk DEX penjualan/konsumsi berjalan normal yaitu sekitar 34%.

Sementara puncak kenaikan demand Avtur diperkirakan jatuh pada H-15 Tahun Baru (16 Desember) dan demand Avtur terendah diperkirakan jatuh pada H-1 Tahun Baru (31 Desember). Rata-rata Realisasi Penyaluran Avtur Satgas Nataru 2023 diproyeksikan mengalami kenaikan sekitar 16,3% dari rerata Oktober 2023.

Penjualan rata-rata pada bulan Oktober 2023 untuk Avtur sebesar 62,4 KL/hari, sedangkan per 27 Desember 2023 terjadi kenaikan konsumsi/penjualan menjadi 72,5 KL/hari atau naik 18%.

Seperti diketahui, untuk memenuhi kebutuhan BBM di NTT Terminal BBM Tenau menerima suplai dari Fuel Terminal Tuban Jawa Timur, Integrated Terminal (IT) Manggis Bali, Refinery Unit (RU) VI Balikpapan Kalimantan Timur, dan IT Wayame Maluku. Terminal BBM Tenau menyuplai juga terminal BBM yang lebih kecil di sejumlah pulau di NTT, yakni Terminal BBM Ende, Terminal BBM Waingapu, Terminal BBM Reo, Terminal BBM Maumere, Terminal BBM Atapupu, dan Terminal BBM Kalabahi. 



www.harianrakyat.com
Redaksi | Disclaimer | Dewan Pers