Peduli Stunting, Holding RS BUMN Realisasikan TJSL Kesehatan Untuk Masyarakat Baduy

FOTO : Holding RS BUMN/PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) melaksanakan kegiatan pemberian manfaat di bidang kesehatan bagi ratusan masyarakat Baduy Banten berupa bantuan suplemen/vitamin bagi anak-anak yang membutuhkan terutama pada kasus gangguan pertumbuhan seperti stunting, obat-obatan, dan kebutuhan bahan medis lainnya. IHC memberikan kontribusi untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat Baduy hingga mencapai Rp.127.586.990,-.

Gaoza

Jakarta, HARIANRAKYAT --  Sebagai upaya meningkatkan ekosistem kesehatan nasional, Holding RS BUMN/PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) memperluas ekosistem
melalui kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sektor kesehatan yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian manfaat di bidang kesehatan bagi ratusan masyarakat Baduy Banten berupa bantuan suplemen/vitamin bagi anak-anak yang membutuhkan terutama pada kasus gangguan pertumbuhan seperti stunting, obat-obatan, dan kebutuhan bahan medis lainnya. IHC memberikan kontribusi untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat Baduy hingga mencapai Rp.127.586.990,-.

“Ekosistem kesehatan kami realisasikan secara berkelanjutan agar masyarakat termasuk anak-anak khususnya di wilayah Baduy dapat terpenuhi kebutuhan nutrisi tambahan dan mencegah stunting.” jelas Direktur Medis IHC Dr. dr. Lia Gardenia Partakusuma.

Ia mengungkapkan bahwa program TJSL ini disebut dengan sustainable health sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan kesehatan nasional. “Kami bersinergi dengan seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kolaborasi dalam memperluas ekosistem kesehatan nasional. Tidak menutup kemungkinan kedepannya Holding RS BUMN akan bersinergi dengan stakeholder sektor kesehatan lain melalui sinergi BUMN untuk memperluas ekosistem kesehatan di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal),” harapnya lebih lanjut.

Sementara itu, dr. Nanang Sugiarto, MARS selaku Direktur salah satu Rumah Sakit dibawah naungan IHC menambahkan bahwa pemilihan wilayah etnis seperti Baduy merupakan wilayah yang perlu diperhatikan ekosistem kesehatannya. Berdasarkan pengamatan dari tenaga kesehatan maupun relawan ke titik lokasi etnis Baduy, selain terdapat isu stunting, juga terdapat Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Anak (AKA) yang tinggi. Menurutnya faktor geografis juga menjadi pertimbangan, dikarenakan akses lokasi Baduy wilayah dalam memerlukan waktu tempuh yang lebih lama dan akses yang sulit dijangkau serta belum terdapat layanan kesehatan untuk masyarakat lokal seperti puskesmas ataupun klinik.

Ia melanjutkan dari pantauan relawan tenaga kesehatan, khususnya masyarakat Baduy dalam, dijumpai anak-anak dengan gangguan pertumbuhan berat badan maupun tinggi dibawah normal dan terdapat beberapa pasien stunting, sehingga perlu bersinergi mengoptimalkan layanan kesehatan untuk mengentaskan stunting secara berkelanjutan.
“Semua edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat sudah dilakukan dan sudah mulai ada perubahan perilaku seperti mencuci tangan serta membuang sampah pada tempat sampah. Namun yang belum berubah adalah dari suku Baduy dalam yang tidak pernah mengganti baju yang dikenakan, bahkan hampir tidak pernah mandi sehingga diperlukan upaya yang berkesinambungan lewat pemberian edukasi sekaligus pemeriksaan kesehatan.” harapnya.

Kegiatan ini sinergi dengan Ikatan Alumni Magister Administrasi Rumah Sakit Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (IKAMARS FKM UI), Rumah Sakit UI, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan stakeholder terkait lainnya.

Holding RS BUMN/IHC merupakan Anak Usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang layanan kesehatan. Perusahaan juga merupakan induk usaha Rumah Sakit BUMN yang mengelola 36 Rumah Sakit serta berafiliasi dengan 39 rumah sakit lainnya, serta 172 klinik kesehatan di seluruh Indonesia.



www.harianrakyat.com
Redaksi | Disclaimer | Dewan Pers