Deli Serdang, HARIANRAKYAT – Guna mengantisipasi potensi bahaya asap, PT. Medan Binjai Toll dengan PT. Hakaaston (HKA) melakukan Sosialisasi Dampak Bahaya Asap Pabrik Arang di sekitar jalan tol. Sosialisasi ini ditujukan pada pemilik usaha arang rumahan di Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada Rabu sore (12/2).
Kegiatan ini dilakukan pengelola tol ruas Medan-Binjai secara door to door kepada pemilik usaha arang rumahan.
Dalam arahannya, General Manager Teknik Operasi dan Maintenance PT. Medan Binjai Toll, Peri Joni, menyampaikan sosialisasi ini menargetkan peran aktif dari pemilik usaha dan masyarakat untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan tol akibat jarak pandang pengendara yang terhalang asap.
“Sejumlah upaya yang bisa dilakukan pemilik usaha di sekitar wilayah jalan tol misalnya dengan mengelola pembuangan asap pembakaran dengan cerobong asap dan menanam pohon yang mampu mereduksi asap,” jelasnya.
Selain sosialisasi kepada pemilik usaha, pengelola jalan tol ruas Medan-Binjai juga rutin melakukan sosialisasi kepada masyarakat petani di sekitar jalan tol untuk tidak membakar sampah sisa panen ataupun rumput.
“Selain sosialisasi, kita juga sudah pasang rambu bahaya asap di jalan tol. Kita akan mengkaji bagaimana nanti kita akan berjalan selaras dengan masyarakat sekitar tol baik melalui kegiatan sosialisasi bahaya asap, hewan ternak, pengamanan aset maupun keselamatan berkendara,” tambah Peri Joni.
Berikut tips umum yang perlu diperhatikan pada saat mengendarai mobil di tengah kabut asap:
1. Jaga Kecepatan
Semakin rendah kecepatan visibilitas dan semakin besar ruang aman yang ada di sekeliling kendaraan sehingga ada jarak yang dijaga untuk antisipasi segala kemungkinan. Jaraknya disesuaikan dengan kemampuan mata, usia, dan kesehatan dalam menangkap objek di depan.
2. Fokus
Membaca tanda di sekeliling terutama di bagian depan sehingga pengarah atau rambu lalu lintas dan arah perjalanan dapat dibaca dengan maksimal.
3. Nyalakan Lampu
Sesuaikan dengan kebutuhan, terkhusus dalam kondisi kabut asap. Tanda lampu bertujuan mengomunikasikan keberadaan kendaraan Anda dengan orang lain.
4. Siaga Rem
Tips aman berkendara menghindari kecelakaan beruntun adalah pengereman sebagai tindakan reaktif yang terakhir, yakni siaga melakukan pengereman menjadi alternatif untuk terhindar dari bahaya dan risiko kecelakaan.
PT. Medan Binjai Toll terus mengimbau para pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan berlalulintas dengan memakai sabuk pengaman, memastikan kondisi kendaraan dan fisik baik sebelum melakukan perjalanan, memastikan saldo E-Toll cukup saat melintas di jalan tol Medan-Binjai agar mengantisipasi antrean kendaraan di gerbang keluar tol serta perbaharui informasi lalulintas tol Medan-Binjai melalui aplikasi Astoll by HKA.(End)
Sekilas Tentang Ruas Tol Medan-Binjai
Ruas Tol Medan-Binjai memiliki peran strategis dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang menghubungkan 2 (dua) kota besar di Sumatera Utara dengan panjang 17,3 KM. PT. Medan Binjai Tol adalah Badan Usaha Milik Jalan Tol (BUJT) yang melakukan pengusahaan di Jalan Tol Medan-Binjai dan HKA yang menjadi penyedia jasa layanan operasi Jalan Tol Medan-Binjai.
Keberadaan Ruas tol Medan-Binjai turut memberikan dampak meningkatkan pertumbuhan sosial ekonomi masyarakat dengan mempersingkat jarak dan waktu tempuh pendistribusian barang dan jasa baik dari sektor pertanian, perkebunan, hingga perdagangan.