Anies Baswedan Keterlaluan, Corona di DKI Makin Ganas, Kok Masih Ngotot Balapan Formula E

FOTO : Gubernur DKI Anies Baswedan menjajal mobil Formula E

Altjakra

Jakarta, HarianRakyat - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap ngotot tidak ingin membatalkan penyelenggaraan Formula E yang sudah lama direncanakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Padahal, saat ini DKI Jakarta sedang kelimpungan menangani pandemi Covid-19 yang kasusnya terus saja menanjak.

Kementerian Kesehatan mengeluarkan data update corona di Jakarta pada Jumat 16 Juli 2021.
Berdasarkan update corona di Jakarta pada Jumat 16 Juli 2021, masih terjadi lonjakan kasus positif corona di Jakarta sebanyak 12.415 atau sedikit berkurang jika dibandingkan dengan Kamis (15/7) sebanyak 12.691 orang.

Dari jumlah ini, Kementerian Kesehatan juga memberikan update pasien corona di Jakarta yang sembuh pada Jumat 16 Juli sebanyak 8448 atau meningkat dibandingkan dengan Kamis (15/7) sebanyak 3.026 orang.

Namun, kondisi itu tak membuat DKI Jakarta memutuskan untuk membatalkan gelaran Formula E. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria memberikan kode bahwa penyelenggaraan Formula E akan jalan terus.

"Harapan kami (ajang balap Formula E) di tahun 2022 bisa dilaksanakan," kata Riza, Kamis (15/7/2021) malam.

Rencana penyelenggaran balap mobil listrik itu, kata Riza, dilimpahkan ke PT Jakarta Propertindo. Perusahaan itu yang mengatur Jakarta bisa mendapat tempat dalam jadwal penyelenggaraan Formula E 2022 nanti.

Riza menegaskan, Formula E yang menelan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI senilai Rp 1,6 triliun itu harus tetap terselenggara.

"Ya tentu (tidak akan batal), harapan kami program yang sudah dicanangkan, dijadwalkan, diagendakan tidak batal dan dapat dilaksanakan sebaik mungkin," kata dia.

Tak Ada Jaminan Terselenggara di 2022

Project Director Sportainment PT Jakpro M Maulana tidak bisa menjamin Formula E bisa terselenggara di Jakarta tahun 2022.

Nama Jakarta tidak ada dalam jadwal sementara ajang balap Formula E tahun depan yang dikeluarkan pihak penyelenggara Federasi Otomotif Internasional (FIA) Formula E.

Maulana mengatakan, hingga saat ini Pemprov DKI masih berkomunikasi dengan pihak penyelenggara agar Formula E bisa tetap hadir di Jakarta

"Jadwal Formula E yang ada sekarang masih provisional, yang artinya masih sementara. Semua pihak masih melakukan koordinasi untuk mendapatkan yang terbaik," kata Maulana.

Ketidakpastian penyelenggaraan Formula E itu juga ditambah dengan belum adanya sirkuit. Sebelumnya sirkuit direncanakan dibangun di Monas tetapi kemudian dibatalkan. Hingga saat ini, penentuan lokasi sirkuit balap untuk adu cepat mobil listrik itu belum ditentukan.

"Masih dalam pembahasan, di manapun sirkuitnya nanti, semoga akan menjadi cermin terbaik untuk kota Jakarta dan Indonesia ke dunia internasional," tutur Maulana, Jumat ini.

Formula E didesak dibatalkan

Desakan agar Pemprov DKI membatalkan ajang Formula E datang dari DPRD DKI Jakarta, terutama dari Komisi E yang merupakan mitra kerja Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta.

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Anggara Wicitra, meminta Anies segera menarik uang yang sudah disetor dan menggeser pos anggaran penyelenggaraan Formula E untuk pengananan Covid-19.

"Jangan bilang Jakarta tidak punya dana untuk pandemi Covid-19 kalau belum mau memperjuangkan pengembalian dana 1 triliun di Formula E," ujar Anggara, Selasa lalu.

Ambisi pamer di ajang Formula E, kata Anggara, harus dilupakan demi kemaslahatan warga Jakarta yang saat ini sedang susah diterpa badai pandemi Covid-19.

"Sebaiknya lupakan saja ambisi menyelenggarakan Formula E dan tarik kembali uang rakyat yang nilainya hampir 1 triliun rupiah. Jangan lagi banyak beralasan dan retorika kosong," kata dia.

Desakan juga datang dari Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Johnny Simanjuntak. Dia meminta semua anggaran penyelenggaraan Formula E ditarik untuk penanggulangan Covid-19.

Politikus PDI-P itu menilai, uang penyelenggaraan yang dibebankan pada APBD DKI senilai Rp 1,6 triliun bisa digunakan untuk kebutuhan penanganan pandemi. Uang itu bisa digunakan untuk penambahan tenaga kesehatan di Jakarta.
 



www.harianrakyat.com
Redaksi | Disclaimer | Dewan Pers