Oleh : Akhmad Sujadi Pemerhati Transportasi

Kedatangan rangkaian kereta cepat Jakarta-Bandung yang sudah terangkai dan diparkir di Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung telah memberikan kebanggaan bagi Indonesia.

Kehadiranya dari China beberapa hari lalu telah memberikan ikon baru bagi kota Bandung dan Jakarta. Dalam tahun depan kereta api cepat pertama di ASEAN ini akan merayap kencang di rel sepanjang 142 km dalam waktu 30 menit menghubugkan Jakarta-Bandung.

Penantian dan kontrovensi terbayar lunas ketika melihat wujud rangakain KCJB dengan cat kuning muda parkir di peron Stasiun Tegalluar. Rencananya kereta cepat hasil kerjasama Indonesia-China yang dikerjakan bersama perushaan BUMN konstruksi China dan Indonesia ini akan diluncurkan pada bulan Juni tahun 2023 mendatang.

Lahirnya Undang-undang No. 23 Tahun 2007 sebagai pengganti Undang-undang No. 13 Tahun 1992 tentang Perkeretaapian telah mendorong tumbuhnya kereta api swasta ditanah air.
Sejak saat itu, transportasi berbasis rel mulai  hadir, diantaranya  Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta, Light Rail Transit (LRT) Jakarta yang dibangun Pemprov DKI, LRT Jabodebek dibangun pemerintah pusat dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang dibangun oleh  perusahaan  patungan Indonesia-China,  PT Kereta Api Cepat Indonesia China (KCIC).

Khusus untuk KCJB, pembangunannya mulai ditetapkan sejak kesepakatan kerjasamanya diteken pada tanggal 26 Mei 2015 oleh Menteri BUMN, Rini M. Soemarno mewakili Pemerintah Indonesia dan Mr. Xu Shaoshi mewakili Pemerintah China disaksikan Presiden RI, Joko Widodo dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping untuk pengkajian pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km.

Selanjutnya, kesepakatan itu ditindaklanjuti dengan membentuk perusahaan konsorsium yang diberi nama PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) pada tanggal 2 Oktober tahun 2015. Perusahaan konsorsium itu terdiri dari, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk - (WIKA), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Perkebunan Nusantara VIII dengan komposisi saham waktu itu , WIKA 38%, PTPN VIII dan KAI 25% serta PT Jasa Marga 12%. Konsorsium ini memegang 60% saham KCIC dan 40% China Railway International Co. Ltd.

Sumber pembiayaan pembangunan kereta cepat ini, 15% dari Indonesia dan 85% dari Tiongkok. Untuk yang dari Indonesia, dananya merupakan hasil patungan BUMN diantaranya, PT KAI, Jasa Marga, PTPN VIII dan WIKA. Sedangkan yang dari Tiongkok merupakan dana pinjaman dengan bunga 2% selama 40 tahun dalam mata uang dolar Amerika.

Pembangunan KCJB semula ditargetkan rampung pada akhir tahun 2022, informasi terakhir mundur pada Juni 2023. Setelah pembangunan selesai,  Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta proyek  berlanjut hingga ke Bandara Kertajati. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam postingan di akun Instagramnya usai melakukan kunjungan ke proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

“Saat ini, progresnya sudah sekitar 70-an persen. Semoga selesai sesuai jadwal dan bisa terus lanjut untuk membangun kereta cepat tahap 2 dengan tujuan Bandara Kertajati,” ungkap Gubernur Jawa Barat lewat akun @ridwankamil, Senin (12/4/2021).

Sementara dalam keterangan resminya, Budi Karya Sumadi mengatakan, lokasi pembangunan yang ditinjau adalah Stasiun Padalarang, Stasiun Tegalluar, Depo Angkutan Rel Tegalluar, dan fasilitas track laying Tegalluar. Disebutkan, Stasiun Padalarang merupakan titik stasiun tambahan dalam rute KCJB. Penambahan ini guna memberikan pilihan kenyamanan terintegrasi yang lebih baik, karena lokasinya dekat dengan Stasiun Bandung.

Tidak hanya itu, penambahan ini juga diharapkan dapat memberikan pilihan kenyamanan terintegrasi yang lebih baik untuk masyarakat, sehingga dapat membantu pengembangan daerah sekitar, mengingat lokasinya dekat dengan Kota Baru Parahyangan di Bandung Barat. Rencana penambahan Stasiun Padalarang masih dimatangkan KCIC, untuk tempatnya tidak jauh dari Stasiun Padalarang  milik PT Kereta Api Indonesia (Persero)-KAI.

Terkait rencana itu, menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengawal pembangunan Stasiun Padalarang. Perlintasan sebidang di Padalarang, perlu dibuat underpass atau flyover untuk menghindari kemacetan. “Pada intinya kami siap mengawal pembangunan stasiun Padalarang. Perlu dibuat underpass atau flyover untuk menghindari kemacetan” terangnya.

Kereta Cepat Jakarta-Bandung merupakan lompatan Teknologi Indonesia dalam modernisasi transportasi kereta api. Jalurnya, keretanya, sistem persinyalan dan sistem ticketing semua serba baru mengggunakan teknologi tinggi.

Saat ini, perkembangan terbaru dari proyek KCJB  progresnya mencapai 88,8 % kata Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya Kamis (13/10-22).  Saat ini, tengah dilakukan proses pemasangan rel yang telah dilas  dari panjang 50 meter dilas menerus menjadi 500 meter Rel dalam proses pemasangan dan diharapakan selesai sebelum ujicoba.

Direktur Utama PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi menyebutkan, saat ini proses pengiriman rel dari Cilacap sudah selesai dan dilanjutkan pemasangan, ini menandakan bahwa pengoperasian KCJB sudah dimulai sesuai prosedur, sesuai tahapan yang sudah direncanakan.

Readiness to Operate karena memang saat ini kita sudah mulai menyiapkan tahap operasi, komersial, dan termasuk maintenance. Mantan Dirut PT. Reska Multi Usaha, anak perusahaan KAI, menambahkan, sambil kita menyelesaikan infrastruktur rel, stasiun dan depo, tahapan untuk menuju pengoperasian sudah dilakukan. Termasuk untuk commissioning test dan training mudah-mudahan berjalan sesuai target. Semua sudah dalam perencanaan menuju operasional.

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung yang dilakukan PT KCIC berjalan secara paralel. Bukan hanya pembangunan jalur kereta, namun secara bersamaan dilakukan pembangunan stasiun dan sarana penunjang lainnya. “Hingga saat ini, akselerasi pembangunan terus kami lakukan sehingga target operasi dan penyelesaian di tahun 2023 ini bisa terpenuhi,” tutupnya.

Kereta Cepat Jakarta Bandung dari Jakarta berangkat dari stasiun Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.  Dalam perjalanan ke Bandung KA akan berhenti di Stasiun Karawang, Padalarang dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Tegalluar, Bandung.

KCJB dibangun sepanjang 142 km dengan lebar spoor 1435 mm menggunakan rel R-60,  jalur ganda dengan kecepatan 350 km/jam. Jakarta-Bandung akan ditempuh dalam waktu 36 – 45 menit. Dalam 1 rangakaian kereta api  kapasitasnya  601 seat terdiri 3 kelas layanan, kelas   VIP terdiri 18 seat, kelas satu 28 seat dan kelas 2 sebanyak 555 seat. Formasi tempat duduk VIP terdiri 1-2, kelas satu 2-2 dan kelas dua 2-3 tiga.

Pekerjaan konstruksi sebagian elevated, diatas permukaan tanah dan menembus gunung dengan pembangunan terowongan. Untuk menembus Pegunungan Priangan Barat KCIC membangun 13 terowongan.  Terowongan Halim Perdana Kusuma  dibangun  dibawah Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan panjang  1.885 meter. Terowongan 7 di Rende, Cikalong Wetan dengan panjang 1.285 meter dan  Terowongan 11 di Gadobangkong, Cibeber, Cimahi Selatan dengan panjang 1.101 meter. Ketiga terowongan tersebut merupakan terowongan panjang lebih dari 1 km.

Sementara Terowongan 3 di Desa Sukatani, Purwakarta dengan panjang 735 meter, Terowongan D berlokasi di DK 81-DK 82 dengan panjang 150 meter. Terowongan 5 di Purwakarta dengan panjang 437 meter. Terowongan G di Nyalindung, Cipatat dengan panjang 208 meter, termasuk  terowongan 2, 4, 6, 8 dan 10 sudah selesai. Pekerjaan konstruksi 30 % diekerjakan oleh PT WIKA (Persero), sisanya  70 % dikerjakan kontraktor dari China. Sedangkan pekerjaan kereta sepenuhnya dikerjakan perusahaan China. ***

Ini dampak Kereta Cepat Jakarta-Bandung bagi Indonesia;

Menambah akses infrastruktur transportasi Jakarta-Bandung
Menambah gaya hidup bertransportasi
Mempersingkat waktu tempuh perjalanan Jakarta-Bandung
Membuka peluang pengembangan bisnis dengan menyulap  Perkebunan Teh di Walini mejadi pusat bisnis dan pendidikan berkelas internasional.
KA Cepat Jakarta-Bandung merupakan KA cepat pertama di kawasan Asia Tenggara. Diharapkan dapat menarik minat turis dari Singapura, Malaysia, Thailand dan negara Asean lainnya.
Menambah kelengkapan dan pilihan transportasi bagi negara dan masyarakat Indonsia
Dan Lainnya. 



www.harianrakyat.com
Redaksi | Disclaimer | Dewan Pers